Tantangan dan Implikasi

Change Management works when there is awareness to discontinue doing the same strategy
Change Management works when there is awareness to discontinue doing the same strategy

Desakan perubahan transformatif muncul karena organisasi tidak peka terhadap perkembangan inovasi teknologi, gaya hidup global dan dinamika trend ekonomi.  Diantaranya seperti yang disebutkan diatas, (Dunia Ekonomi  dan bisnis, organisasi mengalami privatisasi, strategic alliance, dan lain lain; Bidang Teknologi terjadi  konvergensi  dan E commerce; Trend Gaya hidup  cosmopolitan, global,  dan dunia virtual)

 

Akibatnya kompetensi teknis menjadi usang, obsolete; kemampuan dalam memproduksi barang dan jasa menjadi irrelevant, kehilangan competitiveness, sehingga sales menurun. Kompetensi human side, personal competence menjadi tertinggal zaman, tidak meng upgrade "operating system", gagal menjalankan sistem dan   tidak bisa meng- cope tuntutan perubahan,  Organisasi terasa kelimpungan dalam menjawab tuntuan pekerjaan sehari-hari.  Aplikasi Change Management secara dini akan membantu perseroan melihat, menangkap dan memanfaatkan berbagai kesempatan bisnis yang ditawarkan oleh keadaan transisi  dalam dasawarsa ini.

Apa konsekwensi yang terjadi kalau perseroan merespond dinamika yang begitu cepat tersebut secara "Business as Usual" ?   Banyak organisasi yang besar dan mapan, akhirnya gagal mensustain kebesarannya. Karena tidak berani mencoba strategi baru, mereka takut dan kawatir membuang sesuatu yang lama, (yang dulu amat efektif pada era nya),  dan pada saat yang sama tidak punya keyakinan dan confidence yang besar bahwa business strategi mereka yang baru akan berhasil di masa depan. Perseroan tidak berani “melepas punai di tangan”, karena kuatir belum tentu dapat menangkap “punguk di dahan”, dan membiarkan waktu berlalu. Ketika telah terjepit keadaan, punguk di dahan sudah tidak ada;  sudah diambil dan di sangkar  kompetitor lain.  Akhirnya dipaksa berubah dalam keadaan terjepit, serba darurat dan bleeding. Sebagain besar gugur dalam seleksi alam karena tidak sanggup didesak untuk melakukan perubahan  transformasional.   Change Management hadir untuk mencegah hal tersebut terjadi. 

 

Masalah terbesar dalam pengelolaan perubahan, adalah  individual dan organisasi yang telah terbiasa dengan suatu system, strategi,  proses atau organizational behavior akan ‘terikat’ dengan cara tersebut. Kebiasaan dan conditioning membuat organisasi tanpa sadar  merasa efisien dengan pola yang sudah dikenalnya.   Semakin dini organisasi mengantisipasi change management, mereka akan memiliki semakin banyak opsi strategis. Perseroan yang terlambat mengantisipasi, akibatnya sering terdesak, dipaksa keadaan untuk melakukan transformasi radikal tanpa banyak pilihan.Sering kali dalam keadaan darurat dan jarang ada yang berhasil keluar dari siklus tersebut.

 

Berdasarkan hukum evolusi pasar, organisasi yang bisa sustain dan tumbuh, bukanlah organisasi yang kuat modal atau diisi dengan personal dengan kompetensi teknis yang tinggi semata, tetapi perseroan  yang  survive dan tumbuh adalah perseroan yang paling responsive terhadap tuntutan market place. Change Manangement melibatkan telaah sisi human side (baik personal competences, mindset)  dan tehnical expertise, core competence.