Change Management Untuk Apa?


"When the rate of change outside exceeds the rate of change inside, the end is in sight"(Jack Welch)

What take you here, can not take you there.

Salah satu hal yang membuat perseroan kehilangan ketajaman bisnis modelnya adalah terjebak dalam suatu pola conditioning. Mereka terbuai oleh kesuksesan strategi masa lampau. Benar strategi terhadahulu terbukti ampuh dan manjur.  Namun patut diingat, aspirasi pasar yang berubah begitu cepat, perkembangan teknologi yang bersifat revolusioner, sering membuat berbagai strategi sebelumnya yang amat efektif menjadi tumpul. Berbagai taktik dan teknik yang dulu terbukti membawa perseroan menuju kebesarannya, tidak bisa menggaransi bahwa ia masih tetap valid.


Bagaimana mengatasi tendensi tersebut? Awareness dan Receptiveness. Kesadaran kolektif untuk berani melepaskan berbagai teknik dan kompetensi masa lalu dan secara proaktif meng-alingn kekuatan perseroan dengan tuntutan pasar. Perseroan yang mengantisipasi Change Management secara dini memastikan organisasinya akan terus ada dan berkembang  adaptif terhadap perkembangan zaman.  Perseroan yang lalai akan terdesak oleh keadaan dan akhirnya tersingkir.  Pengenalan akan Change Mangement akan membuat organisasi perseroan sanggup melihat secara jeli setiap peluang bisnis yang dibawa bersamaan dengan perkembangan gaya hidup konsumen.

 

1.Organisasi dan perseroan Indonesia memasuki masa transisi.

Akan ada banyak sekali tantangan dan peluang dalam masa transisional ini. Perkembangan konvergensi tekonologi yang begitu cepat, perubahan gaya hidup yang pragmatis dan praktis menuntut kemampuan adaptasi perseroan jika mereka  ingin tetap sustain. Perkembang virtual network, pola E- commerce melaui teknologi digital dan internet membawa implikasi perubahan gaya hiidup dan purchasing behaviour secara radilkal.

 

2. Perkembang ekonomi makro yang mencapai rentang  Rp,15-20,000 Trilliun   GPD tahun 2015-20193.

Hal ini menawarkan kesempatan peluang bisnis yang amat besar, namun di sisi lain juga menuntut penyesuaian response bisnis, sumberdaya,  trategi dan kultur perseroan.  Perseroan manapun yang ingin mendapatkan pertumbuhan seiring dengan tawaran jaman ini wajib mengantisipasi Change Mangement.  Belum lagi integrasi pasar regional ASEAN yang akan membuat kue ekonomi menjadi double.

 

3. Laju kecepatan perubahan busines environment bergerak makin cepat seiring waktu.

Dan dengan setting seperti itu gelombang kemajuan dan perkembangan akan menggulung perseroan terdahulu, yang  berlari dengan kecepatan yang lebih rendah dibandingkan dengan kecepatan yang dituntut oleh perkembangan zaman.

 

4. Trend efisiensi market ekonomi mendorong privatisasi, strategic alliance dan partnership.  

Perkembangan dunia virtual, pola E- commerce melaui teknologi digital dan internet membawa implikasi. Dengan pemahaman Change Management yang benar dan antisipatif, perseroan dapat menghindarkan dirinya gugur dari  seleksi alam market economy.