Issue - Tantangan

Managing corporate change is not an expense, hurdle nor liability act but a sound investment
Managing corporate change is not an expense, hurdle nor liability act but a sound investment

 

Apa saja Peluang dan Tantangan dalam Transformasi Perseroan?

Makro Ekonomi Indonesia tumbuh hebat.Ekonomi nasional mencapai 1000 Millar dollar.  Suatu generasi dengan kekuatan dompet 4000 US per Orang siap menjadi konsumen yang royal.  Growth rate bisnis akan amat tinggi. Dan diprakirakan akan meningkat secara signifikant dalam 10 tahun mendatang. Belum lagi bila digabungkan Integrasi Pasar Regional ASEAN.  Inilah kesempatan yang amat besar bagi pelaku usaha. Perseroan yang tidak menikmati market share dalam sebuah high growth marketeconomy, harus mempertanyakan ketajaman strategi bisnisnya  Merancang suatu Business Plan yang efektif dan impacting akan menjadi suatu competitive weapon dalam memenangkan peta persaingan bisnis yang kian tajam. Pertumbuhan ekonomi nasional dan daya beli konsumen menawarkan sebuah kesempatan pasar yang amat luas.  Namun preferensi, gaya hidup dan tuntutan konsumen juga makin cerdas dengan pola life cycles yang makin pendek.   Dilain pihak kompetisi bisnis semakin tajam dan bersifat global. Tanpa suatu perencanan dan design business management yang komprehensif, perseroan  diibaratkan pergi bertempur dengan peralatan seadaanya dan tanpa adanya penggalangan kekuatan mobilisasi lintas sektor

 

Antisipasi Strategis

Untuk mempertahankan sustainablitas perseroan  dan tumbuh di pasar yang amat berkembang namun amat kompetitif, maka manajemen perseroan wajib menjawab tiga issue dasar: Business Values Creation yang distinctive; Strategi yang menghasilkan terobosan, dan Engagement yang menciptakan ownership dan bonding yang tinggi. 

How do you Design Strategy that create Breaktrough Performance? Untuk mencapai hasil yang spektakuler, strategi yang digunakan tidak bisa lagi yang bersifat konvensional. Artinya hanya sesuatu yang bersifat linear dan merupakan kepanjangan teknik masa lalu. Tapi harus sesuatu yang benar-benar bersifat leap frog; ada terobosan.

 

Bagaimana menciptakan hal seperti itu?

 

Ada beberapa teknik misalnya sebagai Games Changer. Jadi benar-benar pola baru: Dulunya tidak ada, sekarang ada. Mingkin melalui bantuan aplikasi teknologi, layaknya Gojek. Atau mendobrak paradigm. Misalnya menjual Tanah perkuburan kepada orang yang masih segar bugar ala San Diego di Karawang milik Lippo group. Sesuatu yang dulu nya tidak pernah dipikirkan orang.  Hal hal semacam ini meng-create demand. Dari yang dulu tidak ada, sekarang menjadi ada. Dengan begitu hasilnya akan leap frog, suatu lompatan jauh kedepan.

Pendekatan seperti ini akan menghasilkan market disruption. Maksud nya kita tidak hanya sekedar memetakan keinginan konsumen, tetapi satu langkah lebih maju. Menciptakan demand. Bagaimana caranya?  Dan untuk memungkinkan hal seperti itu kreativitas menjadi non negotiable factor. Dan hal ini berkaitan sangat erat dengan kemampuan Value creation. Valuea creation yang hebat akan menciptakan atau men-generate demand dengan sendiri. Dalam istilah Prof Sey: Supply will create its own demand. Tentu saja bukan sembarang supply, tetapi sesuatu yang distinctive dan non konvensional.

Perencanaan dan formulasi business strategi  akan membuat perseroan bergerak dengan platform yang jelas. Perseroan akan snggup melihat dan  mengidentifikasi berbagai macam perubahan business environments, baik external maupun internal. Kemudian  dengan menggunakan kekuatan resources dan kompetensi yang ada, perseroan dapat  mengoxplore dan exploit kesempatan dan tantangan bisnis sebelum didahuli pihak lain.