Change Model

Change Management is to embark on some new and different set of strategy or approach
Change Management is to embark on some new and different set of strategy or approach

Prinsip dasar perubahan

 

Perubahan dalam organisasi hanya terjadi jika individual dan organisasi menginginkan hal yang lebih baik daripada yang mereka alami sekarang. Dan ketidakpuasan tersebut lebih besar dari kemampuan tolerasi yang dimilki organisasi.

Untuk menawarkan solusi bagi client, maka pendekatan yang kami gunakan adalah pendekatan ekletik komprehensif yang mengapproach issue change management dengan menggabungkan tantangan Change Management pada 2 level, yaitu  pada Level Individu dan Level Organisasi. Kedua sisi mata uang ini tidak bisa dipisahkan dalam mengelola perubahan.

  

 

 

 

 

I. LEVEL INDIVIDUAL PERSONAL

Model pendekatan untuk mensukseskan Changes initiative dalam level Individual dapat diklasifikasi sebagai berikut:

Awareness : Admit dan Commitment

Desire

Resolution and commitment

Ability- The Know How

Reinforcement-Sustaining the Momentum

 

Pendekatan kelima unsur diatas akan memastikan keberhasilan organasasi menjual idea dan prakarsa perubahan kedalam benak dan hati masing-masing internal stakeholdernya. Dengan demikian semua elemen dalam organisasi bisa bergerak searah dan kohesif dalam menyambut change management initiatives. 

 

 

HASRAT -DESIRE

Keinginan untuk terlibat dan mendukung proses

Paham apa pokok utama yang akandirubah dan implikasinya

Kesediaan untuk  "membayar harga"  penyesuaian

Kegairahan individual untuk ikut dalam initiatives program change organisasi

Instrinsic motivations personal dan kemauan untuk alignment

 

KESADARAN -AWARENEES

Kesadaran mengapa perubahan dilakukan

Konsekwensi kalau terus menjalankan organisasi dengan pola business as usual

Pandangan stakedolder terhadap kondisi saat ini

Persepsi terhadap problem

Asumpsi dan rumors perubahan yang beredar

 

ADMIT and COMMITMENT 

Pengakuan dalam diri: "change or die"

Setuju dan sepaham " buy-in" terhadap initiative change

Komitment untuk melakukan penyesuaian

      - dalam competitivess, skill, sistem dan process improvement

     - relevansi kompetensi, upgrades atau new learning

     - reorientasi values creation

 

KESANGGUPAN- ABILITY

Ability to implement the required skill and behaviour

Kemampuan untuk akuisisi & mengimplementasikan skill dan perilaku baru

Kesediaan mengatasi psychological -behaviorsm block

Kesedian penyesuaian mindset mentality block

Capacity- capability - competence

Kesanggupan untuk disiplin dalam time frame yang ada

Ketersedian infrastruktur dan resources pendukung

 

PEMAHAMAN- KNOWLEDGE

Pemahaman tentang mekanisme how to change

Pemahaman saat ini yang bisa menjadi  "modal dalam arus perubahan"

Kemampuan untuk menyerap tambahan skill dan perilaku baru

Ketersediaan sumberdaya untuk training dan upgrading

Akses terhadap pemahaman dan knowledge

 

SUSTAINING-REINFORCEMENT

Membuat perubahan jadi permanent 

Akuntabilitas sistem untuk mendukung organizational changes 

Memelihara momentum perubahan- competence gear up

Acknowledging  new conditioning

Probing terhadap kemajuan, alasan dan hasil

Policy dan aturan untuk memastikan kepatuhan implementasi

Tambal sulam kekurangan yang ada, bridging the gap performance

Merayakan keberhasilan -keberhasilan transformasi 

 

 

II. LEVEL ORGANIZATIONAL

Untuk mensukseskan Change Initatives dalam perseroan, Model pendekatan pada level organisasi adalah sebagai berikut: 

 

 

Competence,(teknical- profesi, personal attribute, strategik)  

Competitiveness (Process, technology, updates, organizational behaviour)   

Value Creation (relevancy and  aspired)

Business Strategy alignment terhadap Change Initiative

Intraprenureal Business Mentality Mindset  
 

COMPETENCE

Competency Obsolescent- Keusangan

Unlearn And Relearn Mentality

Upgrade Kompetensi

Upgrade Teknis- Operating System

Upgrade Human Competency, Human Side

Identify The Gap, Bridge The Gap 

Pilar ini membantu organisasi memvalidate sisi human capital dan kompetensi teknis dan profesi terhadap values creation dan ekspektasi kebutuhan konsumen.

 

COMPETITIVENESS

Company growth -market growth

Profit margin-  vsindustri

Price leaders -premium

Productivity index indikator

Competitivenes index indicator- financial rasioindikator

Sales growth, company stage cycles.

Pilar membantu organisasi untuk terus memikirkan daya saing, agar bisa terus meningkat dalam efisiensi dan prduktivitas, terus mencari dan menggunakan berbagai alat dan teknik mutakhir yang tersedia.

 

VALUES CREATION

Distinctiveness dan Business Clarity

best product in its chosen segment

best cost in the domain

best service in the industry

in time? Updated? Fit  terhadap the markets preference dan selera konsumen?

Pilar ini memungkinkan organisasi bertanya pada diri sendiri, mencek dan memastikan bahwa apa yang mereka produksi benar- benar ada real values dan benefit terhadap kebutuhan konsumen masa kini, dengan demikian menjaga ke relevansi produksi dengan kebutuhan pasar.

 

BUSINESS STRATEGY Alignment terhadap Changes

Strategy fit

how do you compete dan how to stand out

what do we compete

where do we compete

Pilar ini menstimulir pemikiran kreatif agar perseroan memiliki cara cara jitu untuk mengkomunikasikan dan memproduksi teknik bagaimana perseroan bisa tampil kedepan.

 

INTRAPRENUREAL BUSINESS MENTALITY- MINDSET

Pemahaman organisasi dalam  business instinct

Pemahaman tentang pakem bisnis dan perbedaan Entreprenurship terhadap Manangement

Pemahaman organisasi tentang prinsip bekerjanya suatu transaksi bisnis dan implikasinya

Adopsi spirit entreprenureal leadership

Pilar ini memastikan organisasi paham perihal "apa yang membuat suatu transaksi bisnis terjadi" dan menumbuhkan business instinct dari dalam diri stakeholder internalnya. Pilar ini memungkinkan organisasi memiliki internal stake holder yang mempunya mentalitas dan perspektif sebagaimana layaknya seorang intrapreneuer : menjalankan perseroan dengan tanggung jawab seperti milikinya sendiri.