Perum Damri berbenah dan hasil kinerja nya mulai tampak. Dari omset pendapatan Rp 583 Milliard di tahun 2010, kini Revenues Perum plat merah  ini  mencapai Rp.  746 Milliar pada tutup tahun 2012.  Begitu juga dari profitabilitas. Dari “sekedar untung’  Rp. 1.8 Milliar dua tahun yang lalu, maka tahun 2012 ini Damri mencatatkan profit  Rp. 59.8 Miliard. Spektakuler?  Tentu saja.  Apa yang terjadi?  Apa dan Bagaimana Strategi Pencapaiannya?

 

Dalam Raker Tahunan pekan lalu di Bandung, Tahun 2013 ini manajemen Perum Damri ingin bergerak lebih kencang. Direksi Damri mematok target pendapatan sekitar  Rp. 1 Trilliun rupiah, dengan target laba sekitar Rp 69 milliard. 

Siapapun  yang berada di lokasi Raker bisa merasakan energy dan atmosfir tekad tersebut.   Apa saja yang akan di lakukan Damri untuk memastikan  Perum ini bisa membukukan target Rp. 1 trilliun tersebut?

Direktur perum Damri, Agus S. Subrata, MBA  memaparkan kiat strategi yang dijadikan pegangan oleh segenap awak DAMRI, diantaranya mengusung konsep ICE. Yaitu Integrity, Competitiveness dan Expansion.     ICE memberi arti   DAMRI yang lebih teduh, tenang, familiar dan humanis serta mampu mendengarkan harapan stake holder dan mampu menampung aspirasi shareholder untuk mampu bersaing sebagai upaya pengembangan usaha dan pertumbuhan perusahaan.

Diatas itu semua ia berkeyakinan dan ingin melihat segenap awak Perum Damri memiliki platform motivasi yang sama, bergerak secara kohesif dan Singing The Same Song Happily.   Dalam kaitan dengan niat Expansion, Agus Subrata juga ingin mencangkokan spirit dan kegesitan Intrapreneurship dalam perseroan, sehingga setiap awak diharapkan untuk memiliki spirit BOM- yaitu Business Owner Mentality, yang sanggup menjalankan usaha dengan spirit tanggung jawab dan akuntabilitas yang tinggi seperti menjalankan usaha  milik mereka sendiri dengan sepenuh hati.  

 

Ketika memberikan pembekalan pada sesi Adopsi Entreprenurship dalam rangka pencapaian target perseroan, saya bisa merasakan antusiasme dan kegairahan segenap awak Damri. Hal ini tercermin dari begitu banyak pertanyaan yang di lontarkan selama sesi Tanya jawab. 

Dalam penelitian oleh Jim Collin atas perseroan –perseroan yang berkembang dan terus bertahan, spirit Run it Like you own it ini terbukti menjadi resep yang ampuh untuk membuat perseroan langgeng dan bertambah besar.  Karakteristik leadership  seperti ini sering disebut 5th level of leadership. Pakem ini menggabungkan kefasihan kompetensi,profesionalisme yang tinggi, sekaliggus  kerendahan hati leadership  yang melayani 

Bagi perseroan yang ingin mendapatkan expose lebih lanjut tentang bagaimana penerapan spirit Entreprenurship bisa membantu organisasi mencapai target yang di canangkan, silakan menghubungi Andini Kusuma Dewi,  Marketing Manager Defora Consulting di  +62 815-190-13342   email: marketing@defora.info

 

Hendrik Lim, MBA

CEO Defora Consulting

 

 

 

Would you like to share your thoughts?